Murka Tuhan

 Bumi yang Ternoda
Q tersentak oleh alunan merdu burung-burung pagi
Sinar mentari pagi sertai hangatkan raga q
Tiba-tiba terlintas tanya d benak q
Tuhan, akankah slamanya kehangatan ini akan q rasakan?

Waktu trus berjalan tanpa kejelasan
Seperti menjadi tawanan di negri sendiri
Langkah kaki seakan dibayangi rasa takut
Tak seorang pun kini patut dipercaya

Bumi smakin tua, manusia kian smakin srakah
Pembunuhan, pemerkosaan kini bukan lagi hal yang tabu
Harta dan tahta menjadi prioritas utama mereka
Tak malu, bahkan tak takut dosa, sebab nafsu telah memperbudak jiwa mereka

Gelap dan terang rasanya kini sperti sama
Hangatnya mentari pagi tak lagi dpat dirasakan dg damai
Bencana melanda dimana-mana
Mungkin ini murka Tuhan, sebab bumiNya yang telah ternoda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

puisi: cinta yang fana