Taubat Ku

Dikala sang fajar meredup di relung jiwa ku
Tiada lagi pancaran cahaya yang menunjuki jejakku
Setapak demi setapak ayunan langkah ku mulai tak berarah
Lentera hidup ku seakan telah padam, ku berjalan dalam gelapnya gulita malam

Ku terbuai dalam nikmatnya panorama syurga dunia
Hingga ku lupa akan hidup hakiki
Kini ku semakin jauh tenggelam dalam jurang kehidupan
Tak dapat aku bayangkan seberapa besar dosa yg telah aku lakukan

Tetesan demi tetesan air mata tak henti mengalir basahi sejadah ku
Ditengah gelapnya malam ini ku bersimpuh dihadapan-Mu wahai pencipta ku
Ku tadahkan tangan, ku tundukkan hati yang penuh noda
Bermohon ku meminta ampunan mu Tuhan semesta alam

Dunia kini semakin tua, bak usia ku yang tak dapat ku kira
Ntah kah hari ini, esok, atau suatu hari nanti hanya engkau yang tau kematian ku
Ku bersujud padamu wahai zat yang maha segala atas segalanya
Izinkan ku bertaubat sebelum ku kembali padaMu wahai pemilik jiwa ku

#2R

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Murka Tuhan

puisi: cinta yang fana