Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Murka Tuhan

 Bumi yang Ternoda Q tersentak oleh alunan merdu burung-burung pagi Sinar mentari pagi sertai hangatkan raga q Tiba-tiba terlintas tanya d benak q Tuhan, akankah slamanya kehangatan ini akan q rasakan? Waktu trus berjalan tanpa kejelasan Seperti menjadi tawanan di negri sendiri Langkah kaki seakan dibayangi rasa takut Tak seorang pun kini patut dipercaya Bumi smakin tua, manusia kian smakin srakah Pembunuhan, pemerkosaan kini bukan lagi hal yang tabu Harta dan tahta menjadi prioritas utama mereka Tak malu, bahkan tak takut dosa, sebab nafsu telah memperbudak jiwa mereka Gelap dan terang rasanya kini sperti sama Hangatnya mentari pagi tak lagi dpat dirasakan dg damai Bencana melanda dimana-mana Mungkin ini murka Tuhan, sebab bumiNya yang telah ternoda
Taubat Ku Dikala sang fajar meredup di relung jiwa ku Tiada lagi pancaran cahaya yang menunjuki jejakku Setapak demi setapak ayunan langkah ku mulai tak berarah Lentera hidup ku seakan telah padam, ku berjalan dalam gelapnya gulita malam Ku terbuai dalam nikmatnya panorama syurga dunia Hingga ku lupa akan hidup hakiki Kini ku semakin jauh tenggelam dalam jurang kehidupan Tak dapat aku bayangkan seberapa besar dosa yg telah aku lakukan Tetesan demi tetesan air mata tak henti mengalir basahi sejadah ku Ditengah gelapnya malam ini ku bersimpuh dihadapan-Mu wahai pencipta ku Ku tadahkan tangan, ku tundukkan hati yang penuh noda Bermohon ku meminta ampunan mu Tuhan semesta alam Dunia kini semakin tua, bak usia ku yang tak dapat ku kira Ntah kah hari ini, esok, atau suatu hari nanti hanya engkau yang tau kematian ku Ku bersujud padamu wahai zat yang maha segala atas segalanya Izinkan ku bertaubat sebelum ku kembali padaMu wahai pemilik jiwa ku #2R...

puisi: cinta yang fana

Cintamu Hanya Impian Bagi Q Hari-hari nan cerah telah berubah menjadi kelabu Mentari yang tadinya tersenyum hiasi hari q Kini datang gemuruh yang menyelimuti bumi Terangpun seketika berubah jadi kelam Pancaran keceriaan di wajah q pun ikut meredup Hati q gundah berkemelut luka Rasa kecewa membalut relung jiwa q Hampa rasa hari-hari q Kau telah hilang dari pelupuk mata q Kau acuhkan cinta q nan tulus Kau hanya memberi q kesempatan untuk mengenal mu bukan untuk memilikimu Sungguh q terbuai dalam cinta mu nan fana Kini q coba tenggelamkan rasa ini di dasar lautan Tepiskan segala kenangan indah bersamamu Membuka hati tuk cinta yang baru Sebab q sadar cintamu hanya sebatas impian bagi q #2R